Label

Tampilkan postingan dengan label Pahlawan Laki-Laki. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pahlawan Laki-Laki. Tampilkan semua postingan

Kamis, 21 Mei 2015

Biografi Ir Soekarno


kali ini saya akan membahas Profil atau Biografi Presiden Soekarno. Mungkin sampai sekarang beliau adalah sosok yang paling banyak dikagumi orang di Indonesia. banyak orang yang mencari mengenai kisah, profil atau biografi singkat mengenai Soekarno. Presiden pertama Republik Indonesia yang lebih akrab di panggil Bung Karno ini berasal dari Blitar, dia merupakan pahlawan Proklamasi bersama dengan Mohammad Hatta. Presiden Soekarno sangat disegani oleh para pemimpin negara-negara di dunia pada waktu itu. Soekarno dilahirkan di Surabaya tepatnya pada tanggal 6 Juni 1901 dengan nama asli bernama Koesno Sosrodihardjo, karena sering sakit yang mungkin disebabkan karena namanya tidak sesuai maka ia kemudian berganti nama menjadi Soekarno. Ayah beliau bernama Raden Soekemi Sosrodihardjon dan ibu bernama Ida Ayu Nyoman Rai. Ketika hidup, Presiden Pertama Indonesia ini diketahui memiliki tiga orang istri dimana masing-masing istrinya memberinya keturunan. Istrinya yang pertama yang bernama fatmawati memberinya lima orang anak yakni Megawati, Sukmawati, Rachmawati, Guntur dan Guruh, kemudian dari istrinya yang lain yang bernama Hartini memberinya dua orang anak yaitu Taufan dan juga Bayu.


Selasa, 19 Mei 2015

Biografi Ki Hajar Dewantara

     Ki Hajar Dewantara dilahirkan pada tanggal 2 Mei 1889 di Yogyakarta dengan nama kecilnya R.M.Suwardi Suryaningrat. Antara pendidikan dan politik terdapat hubungan yang erat sekali.
Itulah alasannya mendirikan Perguruan Taman Siswa sebagai suatu perguruan yang bercorak Nasional.

     Pada tanggal 25 Desember 1912, bersama-sama dengan dr.Setiabudi dan dr.Cipto Mangunkusumo mendirikan Indische Partij (IP). Tahun 1913 ia ikut membentuk Komite Bumiputera yang bertujuan mengecam pemerintah Belanda yang hendak merayakan 100 tahun bebasnya Negeri itu dari cengkeraman penjajah Prancis. Tulisannya,Als ik een Nederland was (Andai Aku Seorang Belanda), menyindir pemerintah Belanda dengan pedas sekali. Akhirnya pada bulan Agustus 1913 ia di buang ke Negeri Belanda.
Selama dalam pembuangan ia mempelajari masalah pendidikan dan pengajaran.